Implant Gigi


Solusi nyaman gigi ompong
22-Nov-2007 13:37:22
Hasil survei kesehatan nasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir menunjukkan 60%-70% prevalensi
kesehatan gigi di Indonesia ada dalam tingkatan buruk. Umumnya terjadi pembusukan gigi dan gigi
berlubang.
Tidak mengherankan jika tren gigi permanen tanggal atau ompong semakin meningkat. Hal ini tidak hanya
mengganggu penampilan, tetapi juga membuat kegiatan menguyah terasa tak nikmat bahkan menyakitkan.
Sejak lama masalah ini diatasi dengan penggunaan gigi palsu. Namun, metodenya yang sederhana sering
bikin repot. Mulai dari harus sering dicopot untuk dibersihkan atau malah copot lantas tertelan.
Untung teknologi kedokteran berkembang pesat dengan penanaman gigi (dental implant). Menurut Neo Tee
Khin, salah satu ahli gigi implan di klinik Bedah Gigi Henry Lee di Mount Elizabeth Medical Centre,
Singapura, dental implant adalah penanaman gigi palsu yang terbuat dari titanium murni yang bersifat
biocompatible.
Artinya, menurut pengajar di National University of Singapore itu, implan dapat diterima dan terintegrasi
dengan baik dalam tubuh manusia, tanpa komplikasi atau reaksi penolakan dari jaringan tubuh. Hal ini
penting sebab implan ditanam pada rahang dan gusi untuk menggantikan akar gigi asli yang tanggal.
Proses pemasangannya memang rumit, tetapi sangat cepat. Cukup satu jam sejak pasien dibaringkan di
kursi operasi. Dokter sudah memiliki rencana operasi yang matang berkat teknologi komputer.
Mula-mula mulut pasien akan dipetakan dengan alat CAT-scan, sehingga pembuatan gigi palsu dan tulang
rahang dapat dilakukan secara cepat dan akurat karena ukuran rahang dan gigi didapat secara tepat.
“Dengan citra tiga dimensi rahang pasien yang lengkap tersebut, pemasangan sekrup sekaligus gigi palsu
dilakukan dengan cepat,” tutur sesama ahli implan, Ansgar C. Cheng.
Bandingkan dengan implan zaman dulu yang bisa berlangsung selama empat hingga sembilan bulan karena
gigi harus berulang kali disesuaikan. Dengan CAT-scan, implan terpasang dengan baik tanpa perlu
mengganggu gigi-gigi sehat lainnya.
Bius lokal
Menurut Cheng, dalam sekali proses sebanyak 14 gigi bisa ditanam dengan gangguan yang sangat minim.
Pasien tidak perlu disayat atau dijahit, hanya dibius lokal dan tidak sakit. Setelah beberapa saat, pasien bisa
kembali beraktivitas seperti sediakala.
Salah satu pasien, Madam Lee usai melakukan proses implan gigi bisa langsung menggigit buah pepaya
yang disodorkan kepada dokter Neo Tee Khin.
Melihat teknik pembedahan dan waktu dental implan ini, Neo menjamin sebagian besar pasien dengan
beragam kondisi bisa ditangani dengan aman. Namun, bagi pasien dengan gangguan ginjal, diabetes
melitus, hipertensi, dan jantung memerlukan catatan medis yang memungkinkan dilakukan tindakan operasi.
“Hanya saja wanita hamil tidak disarankan menjalani prosedur ini. Hal ini diberlakukan demi keamanan bayi.
Karena beberapa obat, entah itu bius atau antibiotika, harus dikonsumsi saat operasi dan demi mencegah
terjadinya infeksi usai operasi,” ujar dokter Helena Lee yang ikut memberikan penjelasan.
Helena Lee adalah jebolan Universitas London yang ahli dalam operasi implan gigi dengan kondisi tulang
rahang tipis.
Tentu saja untuk kualitas yang di atas rata-rata ini sebanding dengan duit yang harus dikeluarkan dari saku
Anda. Untuk biaya CAT-scan saja, Anda mesti menyediakan uang Rp3 juta-Rp6 juta.
Untuk pemasangan 12 sampai 14 gigi membutuhkan biaya Rp177 juta. Kalau dihitung-hitung setiap gigi
butuh biaya Rp18 juta sampai Rp30 juta.
Memang, biaya yang harus dikeluarkan untuk implan gigi ini masih relatif mahal dibandingkan dengan
penggantian gigi konvensional yang lama dan menyakitkan. Namun, metode tersebut tentunya memberi
banyak keuntungan. Salah satunya adalah bahwa gigi yang berdekatan akan tetap terlindungi.
Sebagai gambaran, pada penggantian gigi konvensional, ada satu teknik yang dilakukan dengan metode
jembatan. Teknisnya, gigi yang berdekatan dengan lokasi gigi tanggal sedikit dikorbankan untuk mengaitkan
gigi baru. Dengan begitu, akan terbentuk sebuah ‘jembatan’.
Kondisi tersebut tidak dijumpai pada implan gigi. Sebab, pada gigi yang ditanam, penggantian tersebut tidak
akan mengorbankan dua gigi yang saling berdekatan. Implan gigi berdiri sendiri. Keadaan ini tentu saja
menguntungkan pasien dan dokter, terutama dalam hal perawatan gigi.(Algooth Putranto/JBBI)
Page 2



Implan dental merupakan suatu pengganti gigi yang sangat ideal saat ini, karena sifat serta bentuknya yang menyerupai gigi asli.
Implan dental terbuat dari logam titanium yang bersifat biocompatible.

Indikasi Implan dental :
1. Rahang atas dan rahang bawah harus mempunyai lengkung yang baik sehingga
orientasi cukup memuaskan untuk penanaman implant dental.
2. Rongga sinus pada rahang atas atau saraf pada rahang bawah harus terletak pada
posisi tidak akan menggangu penemapatan implan dental.
3. Ketebalan tulang harus cukup adekuat untuk memberi dukungan implan dental.
4. Pasien perduli terhadap kesehatan mulutnya dan dapat membersihkan sendiri implan
dental.
5. Pasien tidak mempunyai kelainan sistemik.

Kontraindikasi
1. Kelainan pathologis pada tulang rahang .
2. Penyakit kelenjar ludah.
3. Radiasi terapi untuk perawatan kanker.
4. Umur pasien dan status gizi.
5. Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme. yaitu : Kencing manis,
Hyperthyroidism.
6. Kelainan Darah. yaitu.: anemia, kelainan pembekuan darah.

Prosedur :
Penanaman implan dental memerlukan prosedur bedah sederhana, dilakukan dengan anestesi lokal dan di tanamkan pada rahang selama 3-5 bulan untuk selanjutnya dipasangkan mahkota gigi.

IMPLANT GIGI

Gigi Implant

Implant gigi (dental  implan) merupakan suatu akar gigi tiruan yang ditanam ke dalam rahang untuk menahan gigi atau jembatan. Implan biasanya terbuat dari metal yang disebut titanium dan dapat terima oleh tubuh. Implan terlihat dan sangat menyerupai gigi asli.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.