<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahasia Senyum Indah</title>
	<atom:link href="http://1000senyum.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://1000senyum.wordpress.com</link>
	<description>Senyum Indah dan Sehat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Mar 2008 14:08:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='1000senyum.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rahasia Senyum Indah</title>
		<link>http://1000senyum.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://1000senyum.wordpress.com/osd.xml" title="Rahasia Senyum Indah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://1000senyum.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rajin Sikat Gigi dan Hindari Makanan Pencetus Plak</title>
		<link>http://1000senyum.wordpress.com/2008/03/25/rajin-sikat-gigi-dan-hindari-makanan-pencetus-plak/</link>
		<comments>http://1000senyum.wordpress.com/2008/03/25/rajin-sikat-gigi-dan-hindari-makanan-pencetus-plak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 14:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsmile99</dc:creator>
				<category><![CDATA[Periodontik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1000senyum.wordpress.com/2008/03/25/rajin-sikat-gigi-dan-hindari-makanan-pencetus-plak/</guid>
		<description><![CDATA[Upaya Menjaga Gigi Tetap Sehat Rajin Sikat Gigi dan Hindari Makanan Pencetus Plak &#160;     Kesehatan gigi amat erat kaitannya dengan apa yang kita konsumsi. Itu makanya ibu kita atau kini kita rajin mengingatkan kita atau anak-anak kita untuk menjauhi permen atau makanan serbamanis. Betulkah hanya makanan manis-manis yang harus dihindari? Secara umum penyakit yang menyerang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1000senyum.wordpress.com&amp;blog=3261112&amp;post=86&amp;subd=1000senyum&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><b>Upaya Menjaga Gigi Tetap Sehat</b></p>
<p align="center"><font color="#000080" face="Bookman Old Style" size="5"><b>Rajin Sikat Gigi dan Hindari Makanan Pencetus Plak</b></font></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<div align="center">
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="439">
<tr>
<td width="437">
<div align="left">
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="579">
<tr>
<td width="575">
<p align="center">    <i>Kesehatan gigi amat               erat kaitannya dengan apa yang kita konsumsi. Itu makanya ibu kita               atau kini kita rajin mengingatkan kita atau anak-anak kita untuk               menjauhi permen atau makanan serbamanis. Betulkah hanya makanan               manis-manis yang harus dihindari?</i></p>
</td>
</tr>
</table>
</div>
</td>
</tr>
</table>
</div>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Secara umum penyakit yang         menyerang gigi dimulai dengan adanya plak gigi. Plak timbul dari sisa         makanan yang mengendap pada lapisan gigi yang kemudian berinteraksi         dengan bakteri yang banyak terdapat dalam mulut, seperti <i>Streptococcus         mutans</i>. Plak akan melarutkan lapisan email pada gigi sehingga         lama-kelamaan lapisan itu menipis. </font><font face="Arial" size="2">Terjadinya         plak sangat singkat. &#8220;Hanya 10 &#8211; 15 menit setelah makan,&#8221; kata         <b>Dr. Safrida Hoesin, SpK.G.</b>, pengajar bagian Ilmu Konservasi Gigi         Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Karena itulah menyikat         gigi setelah makan merupakan hal yang paling utama untuk menghindari         menimbunnya plak pada gigi. Namun, menyikat gigi tentu saja tak bisa         kita lakukan setiap habis <i>ngemil</i> terutama bila kita termasuk         orang yang rajin <i>ngemil</i>. </font><font face="Arial" size="2">Makanya         orang yang hobi <i>ngemil</i> cenderung kurang sehat giginya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Plak yang menumpuk         kemudian membentuk karies gigi yang akhirnya merusak lapisan email         hingga melubangi gigi. Malangnya, proses ini biasanya tidak kita sadari         karena lapisan plak sering tak terlihat karena warnanya juga putih.         Sedangkan proses lubangnya gigi kadang tak terasa selama belum menyentuh         saraf gigi yang terletak di dalam rongga gigi yang cukup dalam.</font></p>
<p align="left"><span style="background-color:#ffd7eb;"><b><font color="#ff0000" face="Arial" size="3">MAKANAN       YANG DIHINDARI </font></b></span></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Berdasarkan uraian di atas   jelaslah bahwa makanan berperan sangat besar dalam merusak gigi. Berikut ini   adalah makanan yang sebaiknya dihindari kalau ingin gigi kita tetap sehat.</font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font color="#ff0000" face="Arial" size="2"><b>Makanan       Serbamanis</b></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Makanan yang sifatnya manis dan   lengket, seperti gula, permen coklat, atau makanan yang sifatnya kudapan   sering merusak gigi karena asam sifatnya. Lain halnya dengan nasi yang lebih   mudah dinetralkan keasamannya karena masih mengandung protein. &#8220;Jadi, tak   bisa tidak, sehabis makan manis, sebaiknya kita langsung menggosok gigi.   Sehabis itu usahakan untuk tidak <i>ngemil</i> lagi,&#8221; tegas Safrida.</font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font color="#ff0000" face="Arial" size="2"><b><i>Softdrink</i>       dan Alkohol</b></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Minuman bersoda (<i>softdrink</i>)   dan beralkohol juga membuat kondisi kurang baik bagi gigi dan mulut. Softdrink   umumnya mengandung gula yang berujung pada karies jika tidak segera   dibersihkan sehabis diminum. Minuman ini, saran Safrida, sebaiknya juga tidak   dikonsumsi saat penambalan gigi, terutama ketika tambalan gigi belum mengeras.   &#8220;Minuman soda akan membuat tambalan gigi rusak, kasar, serta berubah   warnanya sehingga tambalan tidak efektif,&#8221; jelas Safrida.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Hati-hati juga dengan minuman   bersoda impor. &#8220;Umumnya minuman seperti itu mengandung <i>fluor</i>   karena diduga sumber airnya mengandung <i>fluor</i>. Padahal kebanyakan <i>fluor</i>   fatal juga buat gigi,&#8221; imbuhnya. Mengapa minuman beralkohol pun sebaiknya   dihindari demi kesehatan gigi? Minuman beralkohol cenderung mengakibatkan   penguapan air liur dalam mulut sehingga kondisi mulut menjadi asam. Ingatlah,   kondisi mulut yang asam memicu timbulnya plak pada gigi.</font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font color="#ff0000" face="Arial" size="2"><b>Rokok</b></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Rokok membuat warna gigi   menjadi kuning dan kurang bagus akibat kandungan nikotinnya. Jadi, bila ingin   gigi yang sehat, mau tak mau harus meninggalkan kebiasaan merokok.</font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font color="#ff0000" face="Arial" size="2"><b>Roti</b></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Tak pernah kita duga sebelumnya   roti pun bisa jadi pemicu kerusakan gigi. Terutama kalau roti dimakan bersama   selai yang notabene mengandung gula yang tinggi. &#8220;Orang Barat makan roti   dengan keju. Keju bersifat basa hingga tidak merusak gigi. Beda dengan orang   Indonesia yang menyantapnya dengan cokelat, selai, atau dengan gula. Rotinya   sudah karbohidrat, masih pula ditambah gula,&#8221; tutur Safrida.</font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font color="#ff0000" face="Arial" size="2"><b>Makanan       Serbaasam</b></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Sudah dijelaskan di atas asam   merupakan pemicu ampuh terhadap kerusakan gigi. Makanan asam tak cuma cuka   yang terdapat dalam saus asinan atau mpek-mpek, tetapi juga pada buah-buahan   yang asam rasanya seperti mangga muda atau jeruk asam.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">&#8220;Demi kesehatan gigi,   hindari makanan yang mengandung pH (derajat keasaman) kurang dari 4. Makanan   seperti ini langsung merusak lapisan email dan gigi tanpa bisa   diperbaiki,&#8221; terang Safrida. Makanan ber-pH 5,5 ke atas dapat menimbulkan   karies yang bisa dicegah dengan menyikat gigi sehingga lapisan email akan   segera dibangun kembali begitu lapisan plak dibuang.</font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font color="#ff0000" face="Arial" size="2"><b>Makanan       Keras dan Suhu Ekstrem</b></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Secara fisik, gigi juga bisa   rusak akibat makanan yang keras atau suhu makanan yang terlalu panas atau   dingin. Selain merusak lapisan email bisa juga mengakibatkan rusaknya saraf   pada gigi. &#8220;Jika terasa ngilu saat menyantap makanan tertentu, segera   berhenti memakannya. Rasa ngilu menandakan adanya ketidakberesan pada   gigi,&#8221; jelas Safrida.</font></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><font color="#ff0000" face="Arial" size="2"><b>Makanan       Ber-<i>fluor</i> Tinggi</b></font></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Berdasarkan aturan WHO, dosis <i>fluor</i>   yang boleh tertelan hanya 1 ppm per hari. Bahkan pada daerah yang airnya sudah   mengandung <i>fluor</i> angka ini bisa dikurangi.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">&#8220;Di Indonesia airnya belum   mengandung fluor, jadi batasan ini yang dipakai,&#8221; jelas wanita yang   pernah menempuh pendidikan di bidang Preventif Dentistry di Sydney University.   Kandungan <i>fluor</i> yang terlalu banyak merusak kesehatan gigi anak-anak   yang gigi tetapnya belum tumbuh. Karena itulah Safrida menganjurkan untuk   menggunakan pasta gigi tanpa fluor pada anak-anak.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">&#8220;Anak-anak amat gemar   menjilat-jilat pasta giginya karena pasta gigi anak umumnya manis. Belum lagi   pasta gigi yang tertelan karena pada usia tertentu anak-anak belum bisa   berkumur. Padahal kandungan <i>fluor</i> pada pasta gigi sekali pakai bisa   mencapai 500-1000 ppm,&#8221; terang Safrida.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Jika kebiasaan mengkonsumsi <i>fluor</i>   dalam jumlah sebesar itu terus -menerus, tegas dokter gigi ini, gigi yang   tumbuh akan berwarna abu-abu kusam, terkadang diikuti dengan bercak-bercak   putih tak beraturan, dan lepasnya lapisan email.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Penelitian tentang dampak buruk   makanan yang kandungan <i>fluor</i>nya tinggi ini telah dilakukan Safrida pada   masyarakat Palembang yang sering mengkonsumsi mpek-mpek dengan kuah asam manis   ketika meraih gelar doktor. Akibat terlalu sering mengkonsumsi kuah yang   banyak mengandung <i>fluor</i> tersebut (sekitar 9-13 ppm), anak-anak yang   gigi tetapnya belum tumbuh (umumnya berusia di bawah 8 tahun) mengalami   gangguan berupa gigi kusam dan bercak-bercak putih yang tidak merata.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Pasta gigi atau makanan dan   minuman ber-<i>fluor</i> tinggi sebaiknya cuma diberikan pada mereka yang   giginya sudah tetap. &#8220;Pada gigi tetap, <i>fluor</i> justru diperlukan   untuk melindungi rusaknya mineral dan lapisan email pada gigi,&#8221; tandas   Safrida.</font></p>
<p align="left"><span style="background-color:#ffd7eb;"><font color="#ff0000" face="Arial" size="3"><b>MENIMBULKAN       PENYAKIT LAIN </b></font></span></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Perawatan gigi harus dimulai   sejak bayi dengan pemberian makanan serta gizi yang cukup. &#8220;Susunan dan   bentuk gigi memang bisa diturunkan, tetapi kesehatan gigi timbul karena   perawatan,&#8221; papar Safrida. Dengan gizi yang cukup, tambahnya, kebutuhan   zat-zat pembentuk gigi akan terpenuhi dan membentuk gigi yang baik.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Pola dasar sikat gigi 3 kali   sehari juga tidak boleh ditinggalkan, yaitu setelah sarapan, makan siang dan   makan malam. Setelah <i>ngemil</i>, sikatlah gigi tanpa pasta gigi untuk   menghilangkan plaknya. Jika ingin lebih praktis, cukup dengan berkumur saja.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Hindari pula menyikat gigi   keras-keras yang akan mengikis lapisan email dan merusak gusi. Sungguh baik   juga jika memeriksakan gigi secara rutin karena lubang gigi pada tahap awal   tak dapat dideteksi. &#8220;Jika gigi berlubang dan tidak bisa dijangkau oleh   sikat gigi, maka akan menjadi tempat berkembang-biaknya bakteri,&#8221; ungkap   Safrida.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Proses kerusakan gigi umumnya   berlangsung cukup lama dan sering tidak disadari. Proses karies bisa terjadi   dalam 1-2 tahun sebelum terdeteksi oleh saraf sehingga sakit gigi baru terasa.   Untuk mendeteksi adanya plak, biasanya digunakan suatu cairan khusus yang   disapukan pada pemukaan gigi. Gigi yang mengandung plak akan berwarna merah   dan harus segera dibersihkan sebelum menjadi karies.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Jika tumpukan plak mengendap di   dekat gusi akan tercipta karang gigi berupa lapisan kapur yang mengendap cukup   tebal antara gigi dan gusi. &#8220;Selain membuat kusam gigi, karang gigi akan   memicu radang gusi yang warnanya sangat merah, bengkak, dan mudah berdarah.   Tentu saja sakit pula rasanya,&#8221; papar Safrida.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Karena sakit pula, kata   Safrida, perawatan gigi semakin sulit. &#8220;Secara tidak disadari kita akan   menghindari menyikat gigi-gigi yang sakit hingga semakin banyak plak yang   tertimbun di sekitar gigi yang sakit itu,&#8221; urai Safrida.</font> <font face="Arial" size="2">Jika   gigi tidak bisa lagi ditambal, pencabutan gigi adalah alternatif terakhir.   &#8220;Selain tak berfungsi, bisa menjadi sarang bakteri dan penyakit,&#8221;   ujar Safrida.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Terkadang jika gigi sakit atau   berlubang, kita memindahkan proses memakan pada satu sisi mulut saja. Hal ini   bisa menimbulkan ketegangan otot mengunyah pada satu sisi dan tidak   berfungsinya sisi yang lain sehingga timbul ketegangan pada sekitar leher.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Gigi berlubang yang sudah   mencapai saraf gigi dan tak juga diatasi bisa berakibat fatal. Masalahnya   sistem saraf dan pembuluh darah kita menyambung di seluruh tubuh sehingga   bakteri bisa menimbulkan infeksi pada organ-organ vital seperti jantung,   ginjal dan otak.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">Saraf perasa pada gigi juga   bisa mati sehingga gigi yang berlubang tak terasa sakit lagi. Hilangnya rasa   sakit ini bukan berarti sembuh tetapi justru menjadi tempat berkumpulnya   bakteri yang menimbulkan munculnya berbagai penyakit, termasuk masuknya   bakteri dalam sistem syaraf dan pembuluh darah dalam gigi.</font></p>
<p align="justify"><font face="Arial" size="2">&#8220;Dalam beberapa kasus,   seperti alergi kulit, sakit mata, sakit telinga hingga migrain ternyata   berhubungan dengan gigi yang berlubang,&#8221; jelas Safrida. Ini merupakan   reaksi positif dari tubuh akibat adanya benda asing yang masuk, seperti   bakteri atau kuman penyakit.</font><font color="#ffffff"> </font>   <i><font color="#800000" face="Times New Roman" size="2"><b>sdp@Miftakh   Faried</b></font></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/1000senyum.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/1000senyum.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1000senyum.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1000senyum.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1000senyum.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1000senyum.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1000senyum.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1000senyum.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1000senyum.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1000senyum.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1000senyum.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1000senyum.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1000senyum.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1000senyum.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1000senyum.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1000senyum.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1000senyum.wordpress.com&amp;blog=3261112&amp;post=86&amp;subd=1000senyum&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1000senyum.wordpress.com/2008/03/25/rajin-sikat-gigi-dan-hindari-makanan-pencetus-plak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0cc27c58a11e9747e2422f0fc37540?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">newsmile99</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
