Bahan pemutih gigi dengan sertifikat ADA/ISO

(Tooth bleaching material with ADA/ISO certificate)

 

Asti Meizarini dan Devi Rianti

Bagian Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga

Surabaya – Indonesia

 

ABSTRACT

Bleaching of teeth for cosmetic reasons is a popular aspect of cosmetic dentistry because patients realize the aesthetical benefits

of these products. The dentist as a clinician’s practitioner must be knowledgeable of the products and their application techniques.

Bleaching materials which are safe and effective are the ADA accepted or manufactured by those which have already haved ISO

certificate. Dentist must have enough knowledge about in-office bleaching prescribed for home-use bleaching including their contra

indication and side effects, to advise the patients and provide effective bleaching services.

 

Key words: bleaching materials, ADA accepted, in-office bleaching, home-use bleaching

 

 

PENDAHULUAN

 

Keinginan penderita untuk mendapatkan senyum yang

lebih cerah dan lebih putih menyebabkan kebutuhan

pelayanan gigi kosmetik meningkat. Salah satu bentuk

pelayanan gigi kosmetik adalah memutihkan gigi. Tidak

ada alat atau material kedokteran gigi yang sepenuhnya

aman, termasuk bahan pemutih gigi. Pemilihan serta

penggunaan alat atau material kedokteran gigi didasarkan

asumsi bahwa keuntungan penggunaannya jauh melebihi

risiko biologis yang diketahui. Mutu dan sifat material

kedokteran gigi harus mempunyai standar spesifikasi yang

dapat diukur, perlu identifikasi persyaratan sifat fisik dan

kimia material, sehingga dapat digunakan dengan hasil

yang memuaskan atau tepat guna.1

American Dental Association (ADA) pada tahun 1994

mulai memformulasikan panduan pengujian bahan

pemutih gigi yang aman dan efektif. Aman menurut

definisi ADA adalah aman secara biologis bukan klinis.

Tingkat keberhasilan dinilai sampai dengan 6 bulan setelah

perawatan dimulai, dengan cara memantau perubahan

histologis pulpa, iritasi terhadap jaringan gingiva serta efek

samping penggunaannya untuk mendapatkan sertifikasi

dari ADA.2 Council on Scientific Affairs (CSA) dari ADA

merupakan badan yang bertanggung jawab terhadap

pengembangan standar dan pemberian sertifikat pada

produk yang memenuhi persyaratan spesifikasi. Council

on Scientific Affairs (CSA) juga bertanggung jawab untuk

mengevaluasi material pemutih gigi. Label pada material

yang telah diuji dan disetujui oleh CSA, diberi ijin untuk

ditandai dengan tulisan disetujui oleh ADA dan merupakan

standar nasional Amerika.

International Organization for Standardization (ISO)

adalah organisasi internasional, non pemerintah yang

mengembangkan standar internasional, terdiri dari

organisasi standar nasional lebih dari 80 negara. ISO

Technical Committee (TC) 106 tugasnya menstandarisasi

terminologi, metode pengujian dan menentukan spesifikasi

untuk material, peralatan kedokteran gigi pada tingkat

internasional.1 Adanya sertifikat ADA/ISO menunjang

didapatkannya material yang aman dan efektif untuk

perawatan gigi.

Kandungan utama pemutih gigi

Kandungan utama bahan pemutih gigi tergantung dari

produsen pembuatnya, diantaranya hydrogen peroxide,

carbamide peroxide atau urea peroxide atau sistim non

hydrogen peroxide yang mengandung sodium chloride,

oxygen dan natrium fluoride. Beberapa produk

mengandung bahan tambahan potasium nitrat dan fluoride

untuk membantu mengurangi sensitifitas gigi.3,4 Faktor

penyebab perubahan warna gigi dapat dilihat pada

tabel 1.

Warna alami enamel adalah putih translusen dan

warna struktur gigi di bawah enamel cenderung tampak.

Dentin berada di bawah enamel, dengan warna normal

kekuningan, tetapi oleh karena struktur porous dan

adanya persyarafan gigi akan menembus warna dentin

yang menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap

sampai kearah kuning kecoklatan. Hal ini seiring dengan

pertambahan usia. Perawatan saluran akar cenderung

membuat gigi menjadi lebih gelap karena syaraf yang

mati dapat terdorong saat perawatan saluran akar

sehingga warna gigi berubah menjadi kecoklatan oleh

karena syaraf tersebut dapat menembus tubuli dentin di

sekitarnya.5

74 Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.), Vol. 38. No. 2 April–Juni 2005: 73–76

Mekanisme kerja pemutih gigi

Mekanisme kerja bahan pemutih peroxide dan non

peroxide yaitu dengan cara masuk melalui perantara

enamel ke tubuli dentin dan mengoksidasi pigmen pada

dentin, menyebabkan warna gigi menjadi lebih muda.

Proses ini dapat dipercepat menggunakan pemanasan

dengan sinar berintensitas cahaya rendah atau sinar dengan

intensitas cahaya tinggi, misalnya sinar kuring komposit

konvensional, sinar laser, sinar plasma arc dengan

intensitas tinggi. Beberapa pabrik menyarankan

penggunaan etsa asam sebelum aplikasi pemutih kimia

untuk mempertinggi penetrasi dari material pemutih.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa etsa

asam tidak memperbaiki hasil pemutihan, bahkan gigi

perlu dilakukan pemulasan akibat permukaannya menjadi

kasar karena penggunaan etsa asam tersebut.3

Prosedur untuk pemutihan gigi ada berbagai macam

cara. Pemutihan gigi dapat dikerjakan di klinik oleh dokter

gigi secara langsung atau dilakukan di rumah dengan

pantauan dokter gigi (lihat tabel 2).

Sebelum dilakukan prosedur pemutihan, warna gigi

pasien harus di data terlebih dahulu, sehingga dapat

Tabel 1. Perubahan warna gigi dan penyebabnya.4

Penyebab perubahan warna gigi Warna gigi

Kesehatan mulut jelek Kuning, coklat, hijau, hitam

Kopi, teh, makanan Coklat sampai hitam

Faktor dari

luar gigi

Produk tembakau Kuning kecoklatan sampai hitam

Obat-obatan selama pertumbuhan gigi Tetracycline Garis coklat, abu-abu, hitam

Fluoride Bercak coklat, putih atau garis

Obat-obatan setelah pertumbuhan gigi Minocycline Coklat, abu-abu

Penyakit/kondisi selama pertumbuhan gigi Kondisi kelainan darah Merah, coklat, ungu

Trauma Biru, hitam, coklat

Perubahan pada pulpa Obliterasi saluran akar Kuning

Nekrosis pulpa dengan

perdarahan

Abu-abu, hitam

Nekrosis pulpa tanpa

perdarahan

Kuning, abu-abu kecoklatan

Penyebab lain pada gigi nonvital Trauma selama ekstirpasi pulpa Abu-abu, hitam

Sisa jaringan dalam ruang pulpa Coklat, abu-abu, hitam

Material restorasi gigi Coklat, abu-abu, hitam

Faktor dari

dalam gigi

Material perawatan saluran akar Abu-abu, hitam

Kombinasi Fluorosis Putih, coklat

Proses ketuaan Kuning

Tabel 2. Pemilihan prosedur pemutihan gigi.6

Pemutihan gigi di rumah Pemutihan gigi di klinik Pemutihan gigi dengan

kombinasi kekuatan sinar

Pilihan penderita Penderita dengan perubahan warna

gigi ringan, ingin diputihkan satu

atau dua tingkat dan punya waktu

untuk pemakaian di rumah

Penderita dengan perubahan warna

gigi ringan sampai akut, ingin efek

pemutihan lebih nyata

Penderita dengan perubahan

warna gigi ringan sampai

berat, ingin hasil secara

langsung

Bahan yang

digunakan

Carbamide peroxide (1022%)

atau gel pemutih non peroxide

Carbamide peroxide (3444%) Hydrogen peroxide

(3050%)

Lokasi Rumah, 24 jam perhari Klinik gigi Klinik gigi

Teknik Buat sendok cetak di klinik.

Sendok cetak dan cairan pemutih

dibawa pulang, kembali ke klinik

periodik untuk kontrol perubahan

Carbamide peroxide diaplikasikan

pada sendok cetak, dimasukkan

mulut sedikitnya 30 menit tiap

perawatan. Aplikasi tambahan

dilakukan penderita dirumah

Cairan diaplikasikan pada

gigi dan diaktivasi dengan

sumber panas atau sinar

khusus

Hasil Butuh 34 minggu untuk

mengukur hasil yang terlihat

Beberapa hasil terlihat setelah

30 menit perawatan

Pada beberapa kasus tampak

perubahan warna secara

langsung

Rata-rata jumlah

perawatan

Sekali sehari selama 23 jam

untuk 46 minggu

Dapat digunakan sebagai perawatan

pertama untuk perawatan harian

dirumah

Satu visit. Pemakaian

dirumah disarankan

tergantung noda gigi yang

akan dihilangkan

Meizarini: Bahan pemutih gigi 75

dibedakan dengan hasil warna gigi setelah pemutihan

menggunakan shade guide.

Semua produk yang telah disetujui ADA untuk

pemakaian di rumah biasanya menggunakan carbamide

peroxide 10% yang diaplikasikan pada sendok cetak.

Produk dengan konsentrasi carbamide peroxide lebih dari

10% tidak disetujui sebagai bahan yang aman dan efektif

oleh ADA untuk pemakaian di luar klinik gigi.2

Pemakaian bahan pemutih di klinik yang dikerjakan

oleh dokter gigi dianjurkan untuk penderita yang ingin

hasil secara singkat, tanpa penggunaan sendok cetak.

Penggunaan bahan pemutih tambahan di rumah dianjurkan

untuk mempercepat hasil pemutihan.3

Indikasi dan kontra indikasi penggunaan bahan pemutih gigi

Perawatan pemutihan gigi tidak dapat di indikasikan

untuk semua orang. Indikasi perawatannya untuk penderita

dengan perubahan warna yang disebabkan proses penuaan,

konsumsi makanan, minuman, obat antara lain tetrasiklin,

serta fluorosis.7

Kontra indikasi penggunaan bahan pemutih gigi,

adalah penderita yang alergi terhadap komponen bahan

pemutih gigi atau bahan sendok cetak, penderita dengan

gigi sangat sensitif, penderita dengan gangguan

temporomandibular joints (TMJ), penderita hamil,

penderita dengan restorasi geligi anterior yang berubah

warna. Penderita yang terlalu berharap akan hasil

pemutihan gigi juga tidak dianjurkan melakukan hal ini,

karena kemungkinan hasilnya akan mengecewakan secara

psikis.3,7

Efek samping bahan pemutih gigi

Penggunaan bahan pemutih gigi dapat menimbulkan

efek samping berupa gigi yang sensitif, iritasi pada mukosa

dan rasa sakit pada TMJ. Gigi sensitif yang timbul akibat

proses pemutihan gigi, umumnya dalam waktu singkat,

dapat ditanggulangi dengan memendekkan waktu proses

pemutihan setiap harinya, pengulasan fluor, potasium nitrat

atau bahan desentizing lain. Iritasi pada mukosa gingiva

dan tenggorokan biasanya disebabkan bahan pemutih yang

berlebihan, keluar dari sendok cetak sehingga mengiritasi

mukosa atau kemungkinan tertelan. Sakit pada otot

pengunyahan dan TMJ untuk penderita yang menggunakan

sendok cetak sepanjang malam, disebabkan karena adanya

perubahan pada kondili.3,4

PEMBAHASAN

Dahulu metode pemutihan gigi vital, umumnya

menggunakan cairan hydrogen peroxide dikombinasi

dengan pemanasan. Metode ini menyebabkan gigi menjadi

sensitif, yang bervariasi selama proses pemutihan atau

setelahnya. Penggunaan hydrogen peroxide 35% dengan

atau tanpa pemanasan, dapat menyebabkan perubahan

pulpa secara histologis, meskipun umumnya akan sembuh

dalam waktu 60 sampai 92 hari.8 Hydrogen peroxide

sendiri dapat menghambat aktivitas ensim pulpa meskipun

masuk ke pulpa dengan jumlah sedikit. Dari hasil

penelitian Seale and Wilson cit. Tam,8 di laporkan ada

perubahan respon pulpa secara permanen pada anjing

karena penggunaan hydrogen peroxide 35% in vitro.

Sampai sekarang belum ada laporan adanya perubahan

pulpa permanen pada penggunaan carbamide peroxide

untuk pemakaian di rumah.8

Di Amerika Serikat, hanya formula yang mengandung

carbamide peroxide 10% yang dapat disetujui ADA oleh

CSA.9 Bahan dasar carbamide peroxide 10% terdiri dari

3% hydrogen peroxide dan 7% urea. Urea dalam

carbamide peroxide berperan sebagai stabilisator untuk

memperpanjang shelf life dan memperlambat pelepasan

hydrogen peroxide.10 Produk yang dianggap aman dan

efektif untuk pemakaian di rumah dan telah disetujui ADA

pada Maret 2003 adalah Colgate Platinum Daytime

Professional Whitening System 10%, Nite White Classic

Whitening Gel 10%, Opalescence Whitening Gel 10%,

Patterson Brand Tooth Whitening Gel 10%, Rembrandt

Lighten Bleaching Gel 10%.2,3

Penggunaan teknik pemutihan gigi di rumah

menggunakan carbamide peroxide 10%, tidak

menyebabkan terjadinya masalah kelainan jaringan lunak

secara bermakna, bila sendok cetak di desain agar bahan

pemutih tidak kontak langsung dengan jaringan lunak.

Pada konsentrasi 30%, hydrogen peroxide akan

memutihkan (memucatkan) jaringan gingiva untuk

sementara waktu. Di Canada carbamide peroxide atau

hydrogen peroxide boleh digunakan sebagai bahan

pemutih dengan konsentrasi terbatas, 10% dan 3%, dan

harus diperhatikan agar penggunaan tidak lebih dari 14

hari, kecuali di bawah pantauan dokter gigi. Bila perawatan

pemutihan gigi perlu diperpanjang, dokter gigi harus

memantau setiap 2 minggu, meskipun ada pendapat yang

menyatakan bahwa efek samping yang ditimbulkan

minimal, untuk pemakaian pemutih gigi di rumah sampai

dengan 6 bulan.8

Penelitian Matis et al.10 membandingkan penggunaan

bahan pemutih carbamide peroxide pada konsentrasi 10%

dan 15%, mendapatkan hasil efek pemutihan carbamide

peroxide 15% lebih cepat, tetapi hasil pemutihan setelah

6 minggu tidak menunjukkan perbedaan. Hal ini berarti

carbamide peroxide dengan konsentrasi yang lebih rendah

memerlukan waktu yang lebih lama untuk memutihkan

gigi, tetapi hasil akhir pemutihan gigi sama sesudah

6 minggu.

Penelitian Zekonis et al.11 yang membandingkan

melalui evaluasi klinik perawatan pemutihan gigi di klinik

menggunakan hydrogen peroxide 35% selama 60 menit

(2 kali kunjungan) dan perawatan di rumah menggunakan

carbamide peroxide 10% selama 14 hari, menunjukkan

bahwa 84% subyek melaporkan perawatan dirumah lebih

efisien dan 16% melaporkan tidak ada perbedaan hasil

perawatan pemutihan antara di klinik dan di rumah.

Pada kasus penderita yang tidak dapat menggunakan

prosedur pemutihan di rumah karena berbagai alasan,

76 Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.), Vol. 38. No. 2 April–Juni 2005: 73–76

misalnya waktu perawatan lama, pemakaian sendok cetak

yang tidak nyaman dan mengiritasi atau rasa tidak enak,

iritasi gingiva atau perut karena bahan pemutih. Penderita

ini disarankan melakukan perawatan di klinik atau power

bleaching untuk mendapatkan hasil pemutihan lebih cepat

tanpa pemakaian sendok cetak yang lama. Penderita cukup

sekali dirawat di klinik dokter gigi untuk melakukan

prosedur pemutihan.12

Dokter gigi memegang peranan penting dalam

penggunaan bahan pemutih yang aman, mendiagnosa

kondisi gigi geligi dan etiologi perubahan warna,

menentukan metode perawatan yang akan dikerjakan,

menetapkan macam dan jumlah bahan pemutih yang

dipakai, menuntun dan memantau penderita selama

perawatan pemutihan di rumah, menilai efektifitas

perawatan dan merawatnya bila ada efek samping.6

Sebagai kesimpulan, untuk mendapatkan perawatan

pemutihan gigi yang aman dan efektif, selain

menggunakan bahan yang telah disetujui ADA/ISO, dokter

gigi harus mempunyai pengetahuan mengenai pemutihan

gigi di klinik, penggunaan pemutih gigi di rumah, termasuk

kontra indikasi dan efek sampingnya agar dapat

memberikan saran dan pelayanan pemutihan gigi yang

efektif dan hasil memuaskan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anusavice. Phillips’ science of dental materials. 11st ed. Saunders;

2003. p. 9–17.

2. Matis BA. Tray whitening: What the evidence shows. Compendium

of Continuing Education in Dentistry 2003; 24(4A): 354–62.

3. Matis BA. The question-at-home or in-office bleaching: Evidence

based concepts to empower dental professionals. Available at:

bmatis@iupui.edu. Accesed August 27, 2004.

4. Hatrick CD, Eakle WS, Bird WF. Dental materials: Clinical

applications for dental assistants and dental hygienists.

Philadelphia: Saunders; 2003. p. 101–6.

5. Spiller. Dental bleaching. Available at: http://www.doctorspiller.

com/bleaching.htm. Accessed January 19, 2005.

6. O’Brien WJ. Dental materials and their selection. 3rd ed. Chicago:

Quintessence Publ Co; 2002. p. 162–3.

7. Anonim. Bleaching. Oral health-dentistry. ViaHealth Disease and

Wellness Information. Available at: www:/viahealthplan/

index.htm. Accessed December 13, 2004.

8. Tam L. The safety of home bleaching techniques. J Can Dent Assoc

1999; 65: 453–5.

9. Tam L. Clinical trial of three 10% carbamide peroxide bleaching

products. J Can Dent Assoc 1999; 65: 201–5.

10. Matis BA, Mousa HN, Cochran MA, Eckert GJ. Clinical evaluation

of bleaching agents of different concentrations. Quintessence Int

2000; 31: 303–10.

11. Zekonis R, Matis BA, Cochran MA, Al Shetri SE, Eckert GJ,

Carlson TJ. Clinical evaluation of in-office and at-home bleaching

treatments. Op Dent 2003; 28(2): 114–21.

12. Sun G. Lasers and light amplification in dentistry. The role of laser

in cosmetic dentistry. Available at: htpp:/www.w3.org/TR/REChtml40.

Accessed February 24, 2005.

Iklan