Wajah Fani, 20, sangat pucat. Terlihat sekali, kalau dia sedang menahan sakit karena giginya yang berlubang. Setelah sakitnya mulai mereda dan tidak terlalu sibuk dengan kuliahnya, Fani mengunjungi dokter gigi langganannya. Sampai di sana, dokter langsung menyarankannya untuk menambal giginya. “Tapi, tambalannya sesuai dengan warna gigi saja ya dok,” pinta Fani. Lantas ada berapa jenis warna tambalan gigi?

Menurut Dr drg R. Darmawan Setijanto MKes, gigi berlubang (caries) ditandai dengan warna gigi berwarna hitam. Itu artinya email gigi mulai mengalami kerusakan. Kerusakan email tersebut disebabkan karena asam. “Bisa Karena makanan asam atau sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi,” jelasnya. Ketika gigi berlubang, disarankan untuk segera ditambal. Sebab, jika dibiarkan, maka gigi akan membusuk. Jika sudah membusuk, otomatis tindakan terakhirnya adalah mencabut gigi tersebut. Tentu saja, ini bisa mengubah penampilan.

Untuk itu, sebelum mulai menambal gigi, ada baiknya Anda mengenal bahan yang digunakan untuk menambal gigi. Ketahui kelebihan dan kelemahan bahan yang dipakai tersebut. Bahan yang biasa digunakan adalah komposit (composide) dan amalgam.

Komposit (composide) merupakan bahan penambal gigi yang sewarna dengan gigi. Kesamaan warna tersebut, dapat menyebabkan tambalan ini tidak terlihat nyata. Untuk perawatannya, setelah gigi dibersihkan dari caries atau tambalan lama, di sekeliling gigi yang berlubang tersebut di beri bonding atau perekat. Bonding ini dapat menyatu dengan komposit sehingga dapat mengurangi risiko kebocoran (makanan dapat masuk lagi ke gigi, Red).

Setelah itu, baru diletakkan komposit lapis demi lapis. Untuk mengeraskan adonan lembek yang berada di dalam gigi tersebut, menggunakan sinar ultraviolet. “Penyinarannya dilakukan selama 30 detik,” urainya. Permukaan akhir tambalan kemudian dibentuk anatominya dan dilakukan pemolesan. Jika sukses, maka tambalan tersebut dapat langsung digunakan untuk mengunyah.

Selain mempunyai keunggulan mempunyai warna yang sama dengan gigi, komposit juga mempunyai keunggulan lainnya. Yaitu jika gigi yang sudah ditambal mengalami kebocoran, maka tambalan dapat di bongkar dan tambal lagi. Kelemahannya, bahan ini mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan amalgam. Selain itu, memerlukan waktu lebih lama pada saat perawatan. Untuk menjaga agar gigi yang sudah di tambal tetap berwarna putih, maka hindari makanan atau minuman yang berwarna, seperti kopi, teh, cokelat, dan kuah berbumbu kunyit.

Selain komposit, ada juga bahan penambal gigi lainnya, yaitu amalgam. Bahan ini terdiri dari merkuri dan bubuk perak. Kemudian keduanya di campur jadi satu, sehingga menjadi bahan yang mudah di bentuk. Amalgam ini bisa memuai dan menjadi lebih erat. Namun, tidak bisa menyatu dengan gigi. Karena itu, risiko untuk terjadi kebocoran lebih besar dibandingkan dengan komposit. Selain itu, warna bahan ini tidak sama dengan warna gigi, sehingga bisa mengurangi keindahan gigi.

Setelah gigi ditambal dengan bahan-bahan tersebut, pasien harus tetap melakukan kontrol. Tujuannya, untuk melihat apakah gigi yang sudah di tambal masih baik atau terdapat kerusakan atau kebocoran. “Kegiatan ini dapat dilakukan setiap enam bulan sekali,” paparnya. (rth)

Warna Gigi Bisa Berubah

Selain digunakan untuk menambal gigi karena caries, komposit juga dapat digunakan untuk kepentingan estetik. Misalnya, untuk mengganti warna gigi atau membentuk gigi yang bentuknya kurang sempurna.

Ada beberapa layanan untuk fungsi estetik. “Yakni, veneer (pelapisan gigi), crown (selubung gigi), dan bridge (jembatan gigi). Veneer (pelapisan gigi) adalah perawatan gigi yang dilakukan pada gigi yang tidak beraturan ringan dan gigi dengan bentuk tidak normal,” terang Dr drg R. Darmawan Setijanto MKes.

Crown (selubung gigi) dilakukan pada gigi yang patah, kerusakan yang luas, dan gigi yang tidak bisa ditambal. Gigi yang patah dibuatkan selubung gigi, sedangkan bridge merupakan cara perawatan untuk mengisi celah dari satu atau lebih gigi yang hilang. Perawatan ini dilakukan karena kehilangan satu gigi dan adanya masalah gigitan dan sendui rahang yang ditimbulkan dari gigi yang sudah bergeser.(rth)

Iklan