Hubungan Antara Status Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil di Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat

Oleh

Etty Karjati, Sri Susilawati, Siti Nuning, dan Herty Sri Rahmi Dewi,

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan secara menyeluruh termasuk kesehatan pada waktu hamil. Kesehatan ibu hamil dipengaruhi oleh keadaan gizi yang baik dan digambarkan oleh adanya peningkatan berat badan yang normal pada masa kehamilan. Proses pengolahan makanan yang baik akan menentukan kuantitas dan kualitas asupan gizi. Proses ini sangat dipengaruhi status kesehatan gigi � mulut yang baik.

Gambaran hubungan ini tertuang dalam kerangka konsep penelitian meliputi: kerakteristik responden, perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut responden yang akan dilihat korelasinya dengan status kesehatan gigi dan mulut. Kemudian status kesehatan gigi-mulut akan dilihat korelasinya dengan kenaikan berat badan ibu hamil.

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi status kesehatan gigi mulut pada ibu hamil dan dihubungkan dengan kenaikan berat badan ibu hamil di kabupaten purwakarta provinsi Jawa Barat. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini antara lain adalah untuk memperoleh gambaran/deskripsi tentang karakteristik responden, perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut hubungannya dengan status kesehatan gigi dan mulut. Kemudian kesehatan gigi dan mulut akandialihat hubungannya denga kenaikan berat badan ibu hamil. Untuk melihat adanya faktor lain yag berhubungan dengan status gigi-mulut dalam penelitian akan dimasukan variabel asupan gizi dengan menggunakan food recall selama 24.

Hasil utama dari penelitian ini adalah :

1. status kesehatan gigi-mulut digambarkan oleh indikator sebagai berikut :

a. indeks karies decay, missing & filling teeth (DMFT) merupakan indikator dari keadaan geligi yang mengalami kerusakan, hilang atau ditambal akibat dari adanya karies. Hasil yang diperoleh, DMFT <3 sebanyak 52% dan DMFT >3 sebanyak 48%.

b. Indeks kebersihan mulut /Oral Hygiene Index Simplified (OHIS), merupakan indikator untuk melihat kebersihan mulut seseorang dengan melihat ada tidaknya debris dan kalkulus. Hasil yang diperoleh, responden dengan OHIS 0 sebanyak 1,5% , OHIS <3 sebanyak 96% dan OHIS >3 sebanyak2,5%

c. indeks Periodontal/Community Priodontal Index of Treatment Needs (CPITN), merupakan indeks WHO untuk mengukur kondisi jaringan periodontal serta perkiraan kebutuhan perawatannya. Hasil yang diproleh, CPITN 0 sebanyak 7%, sedangkan sisanya sebanyak 93% memperlihatkan kelainan Priodontal

mengetahui hubungan antara status kesehatan gigi dan mulut dengan kenaikan berat badan ibu hamil trimester II dan IIIdi Kabupaten Purwakarta PRovinsi Jawa Barat. Hasil yang diperoleh terdapat hubungan yang rendah .

Walaupun diperoleh hasil keeratan hubungan yang rendah antara status kesehatan gigi � mulut dengan kenaikan berat badan ibu hamil, namun secara deskriptif terlihat adanya gambaran status kesehatan gigi-mulut yang kurang baik. Hal ini ditunjang oleh adanya perilaku pemeliharaan gigi yang kurang baik. Hasil ini mencerminkan gambaran kondisi status kesehatan gigi-mulut yang sebenarnya yang perlu penanganan yang lebih komprehensif.

Saran dan masukan atas hasil penelitian ini adalah perlu adanya peningkatan pengetahuan terhadap ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi-mulut yang baik, sebelum masa kehamilan sampai masa kehamilan berlangsung. Untuk memenuhi kebutuhan informasi pengetahuan ini, maka perlu dibuat buku pedoman dan petunjuk tentang bagaiman cara pemeliharaan kesehatan gigi mulut agar pada masa kehamilan tidak terjadi gangguan proses pengunyahan untuk mencapi asupan gizi yang baik.

 

 

 

Iklan